Berita

Tarikolosal “ Ciptaning Adi Sembada” Meriahkan HUT Sleman

Puncak acara hari Jadi Kabupaten sleman ke 101  tahun 2017 ditandai dengan Upacara di Lapangan Denggung Senin 15 Mei 2017. Dalam puncak acara tersebut didukung beberapa Bregodo di kabupaten sleman ditampilkan  antara lain Cucuk lampah, Pembawa pusaka dan Rontek,  BREGODO DARI Masjid Dr. Wahidin  yangt berupa bregodo Gotri Selo Aji, Bregodo pembawa pusaka dari Pendopo Parasamya .Bregodo dari Stadion Tridadi Sleman berupa bregodo Prajurit Asem Gedhe, Krapyak, Seyegan,bRegodo mbah Bregas, Bregodo Tunggul Wulung, dll.
 
Sementara yang berangkat dari jalan Magelang baerupa braegodo Kalirase, Bregodo Tunggul Arum, dll. Yang baerangkat dari Jl Gito Gati berupa Bregodo Kalibulus, Bregodo Batok Bolu, Bregodo wargo upoyo Jelapan dari Sindumartani, dll. Sedang yang berangkat dari Jl. Samirin berupa Bregodo Sentana Budaya, bregodo Rogo Ydho, bregodo  putri sekar  taji , dll. Dan Braegodo arak-arakan Bedhol Projo dari Ambarukmo . Hingga total yang mengkuti upacara hari jadi kabupataen sleman ke 101 sebanyak 69 bregodo.  
Dari beberapa Bregada tersebut diberangkatkan dari lima titik , yaitu dari Pendopo Parasamya kabupaten sleman, Perempatan KPU, Ngancar Kidul, Jalan Gito-Gati dan Mulungan. Acara diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Juaja Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul yang selanjutnya dikirab menuju Lapangan Denggung. Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo.
 
Bupati dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman kali ini, meruapakan peringatan hari jadi yang ke-101.  Kabupaten Sleman telah melwati berbagai dinamika baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Sehingga selama 101 tahun tersebut, telah membentuk kontruksi masyarakat dengan ciri khas sebagai masyarakat Sleman yang SEMBADA dan menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat dan budaya Sleman menjadi salah satu sokoguru keistimewaan Yogyakarta. Dan sebaliknya, Keistimewaan Yogyakarta menjadi payung agung yang ngayomi, ngiyupi, dan ngayemi masyarakat dan budaya Sleman. 
 
Nilai-nilai budaya senantiasa menjadi kunci keberhasilan pembanguan dan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Nilai-nilai budaya adiluhung yang termanifestasikan dalam kearifan lokal masyarakat, semangat kebersamaan dan kegotong royongan, serta peduli kepada sesama, menjadi modal dasar dalam menggerakkan roda pembangunan dan pemerintahan. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya membumikan nilai-nilai budaya adilihung ini, dalam membangun karakter generasi Sleman yang tanggap, terampil, tangguh, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur.
 
Untuk memeriahkan acara dilapangan Denggung juga dipentaskan tari  Repertoar  Tarikolosal  “ Ciptaning Adi Sembada” yang menggambarkan gelombang besar  untuk pembangunan kabupaaten sleman, untuk menggapai  asa bersama. Resah akan hanya tinggal sejarah , Sleman Sembada  akan bertukar  wajah  Sang Kasatriya  datang dengan mata bercahaya membawa perubahan pembangunan  sembada membawa Ciptaning Adi Sembada.
 
Diakhir acara juga dilakukan pelepasan balon burung Dara oleh bupati sleman. Sedangakan Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa puncak hari jadi kabupten sleman ke 101 tersebut menandakan masuk ke abad kedua. Upacara  Puncak Hari Jadi Sleman ke 101, juga dilakukan di Kantor Kecamatan dan setiap sekolah di Kabupaten Sleman dengan guru dan siswa juga memakan pakaian  kebaya adat Jawa bagi perempuan dan laki-laki memakai Surjan Mataraman Jangkep dengan tata upacara menggunakan tata Upacara Adat Ngayogyakarto Hadiningrat. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar hari jadi dapat memasyarakat karena  Hari Jadi bukan merupakan milik Pemkab Sleman tetapi merupakan milik masyarakat Kabupaten Sleman dan lebih mengenalkan budaya daerah kepada para siswa. Sementara itu seluruh pegawai Pemkab Sleman diwajibkan memakai kebaya adat Jawa bagi PNS perempuan dan untuk PNS Laki-laki memakai Surjan Mataraman Jangkep. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga diwajibkan menggunakan bahawa Jawa Kromo.

Comment here