Berita

Sleman Rangkul Ormas Islam Entaskan Kemiskinan

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu menerima audiensi dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Cabang Sleman. Muslimah Hisbut Tahrir Indonesia merupakan sebuah organisasi Islam yang khusus bergerak di bidang perlindungan perempuan dari berbagai eksploitasi perempuan yang marak terjadi saat ini. Audiensi ini membahas tentang upaya perlindungan perempuan dari kemiskinan dan eskploitasi pada Senin, 11 Februari 2013 di Ruang Rapat Bupati Skretariat Daerah Kabupaten Sleman.

            Masalah kemiskinan telah menjadi agenda yang terus diupayakan penyelesaiannya. Oleh karena itu Waqkil Bupati Sleman mengajak Hizbut Tahrir untuk membuat konsep bersama dengan ormas Islam lain seperti NU dan Muhammadiyah guna mengentaskan kemiskinan. Melalui kebersamaan ormas Islam Wabup yakin pengentasan kemiskinan dapat dilakukan lebih cepat.

            Saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah membentuk Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) di setiap wilayah kecamatan sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Anggota TPK terdiri dari LSM , akademisi dan perangkat desa serta PKK kecamatan sbegai prewakilan perempuan. Disamping itu melalui PNPM Mandiri Perkotaan, Pemkab Sleman juga berupaya mengoptimalkan dana-dana yang diperoleh untuk memberdayakan usaha perekonomian masyarakat. Warga masyarakat miskin juga dapat memperoleh dana simpan pinjam yang dikelola oleh BKBPMPP Sleman

Upaya lain yang ditempuh adalah kerjasama dengan My Kasih sebuah organisasi Malaysia yang mengelola bantuan dari berbagai pihak untuk disalurkan kepada warga miskin. Pada tahun 2013 ini, Desa Condong Catur telah ditetapkan menjadi pilot project pengentasan kemiskinan melalui program My Kasih. Program pengentasan kemiskinan ini dikhususkan bagi keluarga yang termasuk KK miskin termasuk diantaranya keluarga dengan kepala keluarga seorang perempuan. Sebagai upaya awal akan diberikan bantuan bahan pokok bagi KK miskin serta pemberian makanan tambahan bagi anak.

Comment here