Berita

Retribusi Kesehatan Sleman Menjadi Panutan Kabupaten Luwu Timur

Bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Ruang B. Telah berlangsung Penerimaan Pansus DPRD Luwu Sulsel yang dipimpin oleh Bapak Drs. Sukman Sadike. Jumlah rombongan 17 orang. Yang diterima oleh staf ahli bupati, Drs. Hardjito didampingi oleh Kepala Bappeda, drg. Intriyati Yudatiningsih, Direktur RSUD, dr. Joko Hastaryo, M.Kes, dan jajaran Pemkab lainnya.

Dalam sambutannya, Drs. Sukiman Sadike mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya untuk melihat bagaimana penerapan pelayanan retribusi kesehatan di Sleman yang dipandang lebih baik dibandingkan Kab Luwu Timur.

Sementara itu, bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Hardjito mengungkapkan bahwa  dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, Pemkab Sleman kembangkan jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah.Jaminan Kesehatan Daerah adalah sistem jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemkab .Sleman yang penyelenggaraannya berdasarkan atas usaha bersama dan kekeluargaan, untuk menggabungkan risiko seseorang kedalam suatu kelompok masyarakat yang pembiayaannya dilakukan secara praupaya serta mutu terjamin.

Kepesertaan Jamkesda terbuka bagi seluruh masyarakat Sleman.Kepesertaan dibedakan menjadi 2 yaitu kepesertaan dengan iuran jamkesda dibiayai oleh Pemkab. Sleman untuk penduduk miskin dan rentan miskin, dan kepesertaan dengan iuran yang dibiayai secara mandiri oleh peserta untuk masyarakat diluar kategori tersebut.

Sampai saat ini, peserta Jamkesda dari penduduk miskin berjumlah 127.472 orang, dan penduduk rentan miskin berjumlah 77.431orang. Pemkab. Sleman juga  membiayai iuran kepesertaan Jamkesda bagi para perangkat desa dan pegawai honorer atau pegawai tidak tetap, yang jumlahnya 3223 orang. Sementara itu,sampai saat ini,jumlah peserta Jamkesda mandiri telah mencapai 23,042 orang.

Hasil pembangunan dan pelayanan kesehatan mewujudkan capaian kesehatan masyarakat yang diindikatorkan pada : rata-rata usia harapan hidup mencapai 76,08 tahun, di atas rata-rata provinsi 74 tahun dan nasional 70,6 tahun. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 5,22 yang lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan angka nasional sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2012 jumlah ibu melahirkan meninggal sebanyak 12 orang (jika diproyeksikan dengan angka kematian per 100.000 ibu melahirkan sebesar 81,88). Sedangkan persentase gizi buruk balita sebesar 0,45% masih lebih baik dibanding provinsi sebesar 0,68% dan nasional sebesar 4,9%.

Comment here