Berita

Penerimaan Kunjungan Kerja DPRD Tapin

Bertempat di Ruang rapat sekda B telah berlangsung penerimaan kunjungan kerja DPRD Kab Tapin, pimpinan rombongan H Ihwanudin Husein.SE.SH. jumlah pesertya 15 orang. Maksud dan tujuan berkunjung ke Sleman antara lain ingin melihat dan mencari informasi sejauh mana tentang pelaksanaan E KTP di Kabupaten Sleman. Kunker diterima oleh ASEKDA Bid administrasi Joko Handoyo SH. Dalam kesempatan tersebut Joko Handoyo membacakan sambutan bupati Sleman yang antara lain :

Pelaksanaan E-KTP di Kabupaten Sleman kini masih terus berlangsung hingga 30 april 2012 mendatang. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman, dari 1.240.830 jiwa warga kabupaten Sleman yang tercatat dalam database SIAK ini , 1.011.692 jiwa tercatat sebagai wajib KTP. Sejak melaksanakan program dari pusat hingga akhir tahun 2011 lalu, di Kabupaten Sleman masih terdapat 763.104 jiwa wajib e-KTP yang belum terlayani program ini. Oleh Karena itu, setelah ada kebijakan dari pemerintah pusat, berkaitan masih adanya warga yang belum terlayani program ini , pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya melakukan perekaman e-KTP ditingkat Kecamatan. Sejak 24 februari 2012 hingga mendekati akhir maret, dari 763.104 jiwa wajib KTP yang belum melaksanakan program e-KTP 2011 , petugas telah melakukan perekaman data e-KTP sebanyak 532.165 jiwa , Sedangkan 230.939 jiwa wajib e-KTP yang belum mengikuti program ini, akan diupayakan selesai hingga akhir april 2012 mendatang. Pelaksanaan Perekaman data e-KTP di kabupaten Sleman, warga yang masih banyak belum mengikuti program ini, antara lain terdapat di kecamatan Depok, Mlati dan Gamping, yang mayoritas jumlah penduduknya paling padat jika dibandingkan 14 kecamatan lain di kabupaten Sleman .

9Berkaitan dengan warga kabupaten Sleman berkebutuhan khusus yang sudah tercatat sebagai wajib e-KTP, petugas terus berupaya melakukan jemput bola dengan membawa alat mobile perekaman data dirumah warga yang diprioritaskan kepada para penyandang difabel berat dengan jumlah 246 orang. Sejak 13 maret hingga akhir bulan ini , baru 30 persen jiwa yang mengikuti perekaman data e-KTP . Meski demikan, untuk melakukan upaya jemput bola dirumah warga berkebutuhan khusus ini, petugas masih dihadapkan pada minimnya alat mobile perekaman data karena belum bisa mengakomodir dengan jumlah seluruh warga berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman . Sebagai contoh untuk melakukan perekaman data e-KTP bagi warga berkebutuhan khusus ini, untuk tingkat kabupaten hanya diberikan pinjaman satu alat mobile dari pusat. Padahal di tiap kecamatan kabupaten Sleman idealnya diberikan satu alat mobile untuk melakukan perekaman data e-KTP bagi warga berkebutuhan khusus ini. Disisi lian kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Sleman, selain alat perekaman data ditiap kecamatan minim , alat rusak, listrik padam, juga disebabkan tingkat kehadiran masyarakat untuk memenuhi undangan melakukan perekaman data e-KTP hanya berkisar 60 persen, karena akivitas masing-masing warga.

Comment here