Berita

Lomba Hari Jadi Sleman Ke-101 Semarak

Kemeriahan hari jadi Sleman ke 101 tahun 2017 nampak di hari Minggu, 7 Mei 2017. Berbagai kegiatan dan lomba dilaksanakan bersamaan ditempat yang berbeda, seperti lomba Lari Sembada 15 K di Stadion Tridadi,  lomba Burung Berkicau Piala Pakualam di Lapangan Pemda Sleman, Gelar Senam Sehat Sekaligus ulang tahun Persit Candra Kirana KODIM Sleman di Lapangan Denggung, dan lomba panahan tradisional gaya Mataram (Jemparingan) di Lapangan Pandowoharjo Sleman.

Pelaksanaan lomba lari 15 K dilepas Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, diikuti kurang lebih 800 peserta. Lomba ini mempertandingkan untuk tingkat SD putri juara I  diraih Mutiara P SD Muh Gendol, untuk SD putra juara I diraih Luken SDN Sentul, untuk SMP Putra juara I diraih Latief Raihan SMPN 2 Tempel dan SMP Putri Juara I diraih Riski Damayati SMPN 2 Tempel. Sedangkan untuk Umum Putri juara I diraih Miftahul Janah SMAN I Seyegan, untuk umum Putra Juara I diraih Yanuar Prihantoro, Tropphy juara diserahkan oleh Sekda Sleman Sumadi, SH, MH didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Ketua PASI DIY, PASI Sleman dan KONI Sleman.

Selain itu kemeriahan juga nampak pada lomba jemparingan yang diikuti oleh 213 peserta yang terdiri dari 186 peserta umum dan 27 peserta pemula. Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Cabang Sleman Joko Marhendarto mengatakan bahwa jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 140 peserta. Selain dari Sleman, peserta juga hadir dari beberapa klub jemparingan Jogja dan sebagian Jawa Tengah.

Sri Purnomo mengapresiasi terselenggaranya lomba jemparingan tersebut karena salah satu wujud nguri-uri budaya. Menurutnya, jemparingan sudah ada sejak ratusan tahun lalu saat jaman Kerajaan Mataram. Tradisi tersebut dilakukan oleh bangsawan kerajaan dan menjadi pertandingan rutin hingga sekarang. Berbeda dengan panahan biasanya, jemparingan mewajibkan pesertanya menggunakan busana tradisional Jawa. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional atau gandhewa dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan.

Comment here