Berita

Bupati Berikan Keringanan PBB Khusus untuk Lahan Pertanian

Moyudan merupakan wilayah pengembangan pertanian tanaman pangan khususnya padi yang mampu mendukung Sleman sebagai gudangnya beras DIY. Produksi padi agar terus dijaga, salah satunya adalah dengan mengatasi masalah hama tikus yang seringkali mengganggu tanaman padi di Sleman Barat,dengan cara mengubah pola tanam padi – padi- palawijo guna meminimalisir / memutus rantai berkembangnya hama padi baik wereng maupun tikus.

Selain itu untuk meningkatkan pendapatan petani di Moyudan, masyarakat/petani perlu berfikir agribisnis dalam usaha taninya. Orientasinya adalah usaha pertanian yang lebih menguntungkan, tentunya dengan biaya yang lebih rendah. Hal itu dikatakan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo.MSi pada acara safari tarawih keliling Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Rabu, 08 Agustus 2012 di masjid Istiqomah,Dawon,Sumbersari,Moyudan.

Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan, dalam bidang pertanian, masyarakat harus mampu mempertahankan wilayah Moyudan sebagai wilayah pertanian. Guna mewujudkan ketahanan pangan, maka masyarakat Moyudan diharapkan turut serta menekan laju perubahan lahan pertanian ke non pertanian. Untuk mendukung upaya tersebut Pemerintah akan memberikan keringanan pajak PBB untuk lahan pertanian. Oleh karena itu Bupati menawarkan bila ada yang keberatan dengan pajak PBB sawahnya agar mengajukan keringanan.

Berkaitan dengan PBB, perlu diketahui bahwa mulai tahun 2013 mendatang, PBB akan menjadi pajak daerah yang berarti 100 % akan menjadi pendapatan daerah yang sekaligus menjadi modal untuk pembangunan daerah. Untuk itu diharapkan masyarakat yang belum melunasi atau membayar PBB, segera melunasi sebelum jatuh tempo pada tanggal 30 September mendatang. “ Saya memahami beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali kebutuhan rumah tangga seperti membayar sekolah anak, kebutuhan bulan puasa, dan lebaran, namun demikian membayar PBB adalah kewajiban kita semua, terlebih jika membayar sehabis jatuh tempo akan dikenakan denda 2% perbulan”. Kata Sri Purnomo.

Selain sentra budidaya tanaman pertanian, Moyudan juga menjadi sentra budidaya perikanan. Bahkan Moyudan menjadi salah satu sentra pembibitan lele untuk Yogyakarta yang yang sampai saat sekarang membutuhkan konsumsi ikan lele mencapai 15 ton per hari. Sementara untuk produksi per hari di kecamatan moyudan baru sekitar 5 hingga 6 ton hal tersebut merupakan peluang yang besar bagi masyarakat moyudan ”tambah Sri Purnomo.

Terkait dengan musim kemarau, diharapkan para petani baik petani sawah maupun petani ikan, agar dapat membudidayakan komuditas pertanian maupun perikanan yang sesuai dengan kondisi musim. Jangan memaksanakan membudidayakan komuditas yang banyak membutuhkan air. Sehinga hasil yang didapat dapat tetap optimal.

Safari Tarawih kelompok III di Kecamatan Moyudan adalah merupakan safari tarawih Pemkab Sleman putaran terakhir yang dilaksanakan di 17 kecamatan. Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut dapat menjalin hubungan antara jajaran aparat Pemkab dengan masyarakat bisa lebih selaras dan kedepan bisa bersinergi membangun Sleman yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkeadilan gender”kata Sri purnomo.

Pada Kesempatan tersebut diserahkan infak kepada ta’mir masjid Suhari uang sebesar Rp 7.285.000 dan al Qur’an,ruku,serta dana BAZ.

 

Comment here