Uncategorized

Tarling Kelompok II Di Masjid Ar Rohman, Jabung Plalangan

Safari tarawih Pemkab Sleman hari Rabu tanggal 1 Agustus 2012 dilaksanakan di Masdjid Ar Rohman dusun Jabung Plalangan Pandowoharjo, Kecamatan Sleman. Safari tarawih diikuti oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati , Ketua DPRD,Wakil Ketua DPRD, Ketua BAZ, Unsur Muspida, Muspika, para Kepala Dinas dan para Kepala satuan kerja perangkat daerah ,  Badan, Kantor, perangkat Desa se Kecamatan Sleman. Safari Tarawih di pimpin  Sunaryo.SH.M.Kn.Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Menurut Koordinator safari keliling Sunaryo.SH.M.Kn. masyarakat menyambut antusias sekali atas kedatangan tim Safari Tarawih dari kabupaten, adapun tujuan safari tarawih ini adalah untuk mempererat silaturahmi agar masyarakat lebih mengenal lebih dekat dengan para pejabat Sleman, sehingga apabila ada permasalahan atau keperluan bisa cepat terlayani.

Pada kesempatan tersebut Ta’mir Masid Ar Rohman H. Darwoyo.BA. melaporkan bahwa Masdjid Arrohman ini berdiri sejak tahun 1960 yang dulunya berupa langgar, bangunan tersebut berdiri diatas tanah seluas 500 m2 di tanah Wakaf Almarhum Hj. Sumariyati. Masdjid Arrohman di dusun Jabung Plalangan Desa Pandowoharjo ini sudah mengalami beberapa rehab  dan pada dua tahun yang lalu biaya merehab Masjid Ar Rohman menghabiskan dana 163 juta lebih dana tersebut dari swadaya masyarakat dan sebagian kecil dari dana gotong royong dari Kabupaten Sleman. Selain pembangunan fisik masdjid Ar Rohman juga mengadakan pembangunan spiritual antara lain  dengan diadakannya kegiatan keagamaan pengajian setiap minggu sekali dan satu lapan sekali,

Camat Sleman Drs. H. Heri Sutopo. MM, mengatakan jumlah penduduk di kecamatan Sleman 63 ribuan dan 93 % memeluk agam Islam. Yang terdiri dari 5 Desa dan 83 Dusun Jumlah Masdjid se kecamatan Sleman 120 Masdjid 80 Mushola dan langgar dan 7 Gereja dan Kapel. Kerukunan antar umat beragama berjalan lancar tidak ada permasalahan artinya sangat kondusif. Selain itu camat Sleman mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim safari tarawih dari Kabupaten Sleman. “Semoga hal seperti ini akan menambah motivasi masyarakat Kecamatan Sleman khususnya dusun Jabung Plalangan Pandowoharjo disini,sehingga bisa selalu memakmurkan masjid-masjid dan langgar yang ada di wilayak Kecamatan Sleman” ucap Heri  Sutopo.

Kepada Masyarakat Sleman Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo.MSI. mengatakan bahwa kecamatan Sleman ini terdapat berbagai ragam  Desa Wisata danKuliner , berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai ragam Desa Wisata dan Kuliner yang berada di Kecamatan Sleman, agar dapat berkembang dengan baik sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan baik untuk warga dilingkungan tersebut dan Sleman pada umumnya., sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di kabupaten Sleman saat ini. Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut baik dengan rencana Jejamuran membuka atau mengembangkan usahanya di Pandowoharjo sehingga nantinya Pandowoharjo akan menjadi Sentra pengembangan budidaya jamur, serta dapat menjadi sarana pemasaran atau Show Room produk-produk UMKM Kecamatan Sleman.  Dalam Tarawih tersebut Bupati Sleman menyerahkan bantuan BAZ Kabupaten Sleman kepada yang berhak sejumlah 75 orang dengan masing-masing mendapatkan bantuan sebesar 500 ribu rupiah, imbuh bupati Sleman uang ini dikumpulkan dari Bapak dan Ibu yang bekerja sebagai PNS di Kabupaten Sleman menyisihkan sebagian gajinya untuk BAZ yang selanjutnya di berikan kepada masyarakat kabupaten Sleman yang benar-benar berhak. Dengan harapan dengan uang ini nanti bisa meringankan beban bapak dan ibu dalam menghadapi bulan puasa ini dan bisa pula untuk menambah modal usahanya sehingga bisa meningkatkan perekonomian bapak dan ibu semuanya. Selain memberikan bantuan uang BAZ Kabupaten Sleman juga memberikan bantuan berupa  Rp. 3 juta, 10 Al Quran, dua Al Quran Tarjamah, 10 set Iqro’ dan dari Kementerian Agama Kabupaten Sleman juga memberikan 10 buah mukena. Bupati Sleman berharap dengan berbagai bantuan ini supaya benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan tersebut Tauziah yang di sampaikan oleh Ustad Mujiharno.SAg. dalam tauziahnya ustad Mujiharno mengatakan bahwa ada dua mata yang tidak bisa melihat Neraka yang pertama yaitu mata menangis di saat memanjatkan doa pada Allah SWT dan banyak tirakat memanjatkan Doa, menyebut asma Allah, Dzikir, Tadarus  dan diharapkan banyak beramal kebajikan dan istiqomah dalam hidup sehari-hari.

Comment here