Berita

Sosialisasi Penerapan Disiplin Positif Bagi Tenaga Pendidik

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan diselenggarakannya sosialisasi penerapan disiplin positif bagi tenaga pendidik di Kabupaten Sleman semakin siap dan handal dalam membangun generasi-generasi muda yang berkepribadian cerdas, positif dan tangguh. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak, bahwa guna memastikan terpenuhinya hak-hak anak harus didukung oleh berbagai unsur dalam lingkungan terdekat anak termasuk diantaranya para tenaga pendidik. 

Setiap anak, sejak dalam kandungan hingga mencapai 18 tahun, memiliki hak-hak dasar yang melekat pada setiap diri anak yang harus dihormati, dilindungi, serta dipenuhi. Dalam setiap fase tumbuhkembang anak, pola asuh dan pola didik harus disesuaikan. Keberhasilan dalam mengarahkan, mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kepada anak menjadi penentu terbentuknya karakter dan pribadi anak. Oleh karena itu moment optimalisasi dan pembentukan karakter anak menjadi moment penting bagi tumbuhnya generasi yang cerdas, tangguh dan positif. Moment tumbuh kembang tersebut hendaknya disikapi dengan pemahaman yang benar, baik dari para orang tua maupun tenaga pendidik, sehingga diharapkan metode yang digunakan tepat dalam pembentukan karakter yang positif. Hal tersebut disampaikan bupati sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan wakil bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, M.Kes saat membuka sosialisasi penerapan disiplin positif bagi tenaga pendidik  di Rich Hotel Yogyakarta Selasa (7/11).

Lebih lanjut disampaikan bahwa Ingat, masa anak-anak hanya akan terjadi satu kali, namun jika kita keliru dalam menanamkan nilai-nilai positif dalam pembentukan karakternya hal itu akan berpengaruh bagi perilaku dan sudut pandangnya seumur hidup.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana dr.Mafilindati Nuraini, M.Kes melaporkan bahwa untuk mewujutkan Kabupaten Layak Anak, maka telah diinisiasi 50 Sekolah yang terdiri  dari 23 SMP dan 27 SD untuk dikembangkan menjadi sekolah ramah anak, yang merupakan indikator penting daalam pengembangan program kabupaten Layah Anak. Sedangkan sebagai nara sumber dalam sosialisasi tersebut Hendry/Kimura dari Yayasan Nusantara Sejati.

Tujuan sosialisasi itu sendiri untuk memberikan pemahaman kepada para pendidik tentang pentingnya penerapan disiplin positif pada satuan pendidikan, untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak. dengan peserta 60 orang dari pendidik SMP yang sekolahnya telah diinisiasi  menjadi Sekolah Ramah Anak.

Sedangkan Asisten Deputi Perlindungan Anak dan Kekerasan dan Eskploitasi  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI  Rini Handayani, SE, MM pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa karena sepertiga anak waktunya berada di sekolah, maka sering terjadi kekerasan di sekolah, oleh karena penting diadakannya sosialisasi penerapan disiplin positif bagi tenaga pendidik. Karena sering terjadi maksud guru memberi hukuman disiplin,  tetapi  pelaksanaannya menjadi lain dan malah yang kena gurunya sendiri. Karena pada prinsipnya tidak ada guru yang akan mencelakakan muridnya.

Comment here