BeritaHeadline

SLEMAN BELAJAR PROGRAM PENGARUSUTAMAAN GENDER KABUPATEN LAYAK ANAK, PENYELENGGARAAN PPID DAN SMART CITY KE BADUNG

Rombongan pokja Pengarusutamaan Gender / PUG, Kabupaten Layak Anak dan Smart City dari OPD kabupaten Sleman melakukan studi orientasi ke Kabupaten Badung Bali pada tanggal 9-11 April 2019.  Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi SH. Mh, diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Gede Putra Suteja di Aula Kantor Bupati Badung.  Sumadi menyampaikan bahwa dipilihnya kabupaten Badung adalah karena kabupaten Badung menjadi kabupaten percontohan beberapa program dan telah meraih berbagai  prestasi dan penghargaan, baik dalam program Pengarusutamaan Gender, Kabupaten Layak Anak, penyelenggaraan PPID, maupun program smart city.

Dalam paparannya mengenai Kabupaten  Badung, Gede Putra Suteja mengatakan APBD Badung tahun 2018, pendapatan daerah 6 Triliyun. Pendapatan daerah terdiri dari, PAD  5,1 T , dana perimbangan 626 M, pendapatan lain-lain yang sah sebesar 220 M.  Sementara anggaran belanja langsung ditahun 2018, diprioritaskan untuk membiayai program/kegiatan strategis daerah sebagai implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Komposisi belanja daerah berdasarkan penerima manfaat, maka sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima oleh masyarakat sebesar 75,91%, sedangkan sisanya merupakan belanja aparatur yang manfaatnya diterima aparatur pemerintah sebesar 24,09%,”

Bidang pendidikan 1,3 Trilyun atau sebesar 20,01% dari belanja daerah. Bidang kesehatan dialokasikan anggaran sebesar 666 M atau 11,21%. Sub. Bidang sosial sebesar 2,3 M, selain itu terdapat pula kegiatan bantuan sosial penunggu pasien, bantuan usaha ekonomi produktif kepada KK miskin serta santunan bagi penyandang cacat sebesar 45 M.

Menjawab pertanyaan pokja terkait pelaksanaan PUG, disampaikan bahwa PUG telah menjadi keharusan untuk dilaksanakan setiap bidang tugas masing- masing. Kesetaraan gender masih tetap menjadi isu strategis untuk ditangani karena isu ketimpangan gender masih tetap mewarnai kehidupan masyarakat. Untuk mencapai optimalisasi pencapaian kondisi tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung telah melaksanakan sosialisasi tentang PUG pada 68 undangan yang terdiri dari semua OPD, Perhimpunan / Organisasi Perempuan, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, BPD, Puskesmas, Organisasi Keagamaan dan P2TP2A Kabupaten Badung. Pada kesempatan ditekankan pada semua peserta sosialisasi dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran kegiatan di masing-masing unit/lembaga/instansi agar berbasis dan ramah gender.

Sedangkan untuk program Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Badung pada tahun 2018, memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat madya. Rangkaian kunjungan selain bertemu dengan Jajaran pimpinan OPD kabupaten Badung adalah juga mengunjungi dan bertemu dengan jajaran manajemen RSUD Badung, Rumah Lansia Yayasan Sada Jiwa dan Pengelola Pasar Badung.  Dalam  kunjungan tersebut, Sumadi menekankan bahwa banyak hal berupa inovasi dan prestasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dapat diadopsi dan disesuaikan dengan karakter pembangunan masyarakat Sleman, yang pasti pada akhirnya adalah menuju kesejahteraan masyarakat Sleman. hasil kunjungan ke pasar Badung, pengelola pasar Badung sudah menerapkan Smart Heritage market berupa retribusi online, e-money, e-parking. bekerjasama dengan perbankan, gojek, gopay

Penataan pedagang dan kesadaran pedagang sudah cukup bagus dlm mendukung program-program smart heritage market. sedang dirintis untuk pasar Sleman. * * * (Bag. Humas)

Comment here