Berita

Permintaan Slondok dari Kules-pun Meningkat

Ternyata tak hanya kue-kue kering modern saja, makanan ringan seperti slondok-pun juga mengalami peningkatan permintaan. Menurut Sumiyati (50 tahun), salah satu produsen slondok di dusun Kules, Sumberadi, Mlati mengatakan bahwa menjelang lebaran, harus menyediakan stok 1 ton slondok di rumahnya. Padahal pada hari-hari biasa hanya memproduksi sekitar 1 hingga 1,5 kuintal slondok. Usaha  yang telah berlangsung sejak 25 tahun yang lalu ini tadinya merupakan coba-coba yang dilakukan oleh suaminya, Saiman Hardi Sumarto (54 tahun). Pada waktu itu suami Sumiyati adalah pedagang sayur-mayur dan ketela. Ketika ketela tersebut tidak laku dijual kemudian dibawa pulang dan diolah menjadi slondok. Dari coba-coba tersebut akhirnya banyak yang menyukai slondok produksi dusun Kules ini.
Proses pembuatan slondok ini cukup sederhana. Pertama-tama ketela dikupas dan dicuci bersih. Setelah itu dikukus hingga matang dan kemudian dihancurkan. Setelah diberi bumbu yang terdiri dari ketumbar, bawang, garam dan kemiri, barulah digiling hingga membentuk bulatan panjang.  Setelah dibentuk menjadi cincin, slondok harus dijemur sehari kemudian digoreng. Slondok yang gurih dan renyah ini dapat bertahan hingga satu bulan.
Bahan baku ketela pohon/singkong didatangkan dari sekitar Sleman saja yaitu kecamatan Turi dan Pakem. Kendala yang dihadapi Sumiyati hanya masalah cuaca karena pada musim hujan, slondok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dijemur sehingga juga mempengaruhi produksi slondok.

Comment here