Berita

Pemkab Lombok Barat Pelajari Tata Kelola Pemerintahan Sleman

Bertempat di aula lantai III, Sekda Sleman, dr. Sunartono, M.Kes mewakili bupati menerima kunjungan kerja dari Pemkab Lombok Barat dan Diklatpim tingkat IV dari Kota Prabumulih. Pada kesempatan tersebut Sekda didampingi oleh Kabag Tata Pemerintahan, Jazim Sumirat, Kabag Organisasi, Susmiarto dan Camat Sleman, Suyudi serta sekretaris BKD, Dra. Emy Retnosasi.

Diklatpim Kota Prabumulih dipimpin oleh Kepala BKD Drs. H. Sobban Asmuni, MHi, sedangkan Pemkab Lombok Barat dipimpin oleh Asisten Sekda III Bidang Administrasi Ir. H. Muh Taufik, MSc.

Sobban Asmuni menjelaskan bahwa peserta Diklatpim Prabumulih memilih Sleman sebagai tempat observasi lapangan karena Sleman dianggap lebih baik daripada Prabumulih. Sementara itu H. Muh Taufik mengatakan bahwa maksud tujuan Lombok Barat melakukan kunjungan kerja adalah untuk mempelajai tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan di Sleman. Terlebih lagi Sleman berada di peringkat 10 besar berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD). Untuk itu Sleman diharapkan dapat berbagi ilmu dengan Pemkab Lombok Barat agar nantinya Pemkab Lombok Barat dapat meningkatkan kinerjanya, mengingat saat ini Lombok Barat berada pada peringkat diatas 110 dalam hasil EKPPD.

Pada kesempatan tersebut Sekda menjelaskan mengenai tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan di Sleman serta memaparkan pengelolaan organisasi pemkab Sleman. Pada tahun 2013 Penilaian LPPD Sleman memperoleh peringkat 8, Sleman juga menerima penghargaan pelayanan publik bersama 8 kabupaten/kota lainnya. Satya lencana karya bakti nugraha juga diperoleh Sleman bersama 25 kabupaten/kota lainnya karena telah 2 kali berturut masuk dalam peringkat 10 besar EKPPD. Selain itu juga dijelaskan mengenai perubahan yang dilakukan pada tingkat kecamatan. Terlebih lagi kecamatan di Sleman diarahkan sebagai pusat kebudayaan. Hal ini dilakukan untuk mendukung keistimewaan DIY yang tata nilainya harus diimplementasikan dan diedukasikan kepada masyarakat Sleman.

 

Comment here