Berita

Pembukaan Manasik Haji Diikuti 1050 Calon Jamaah

Sebanyak 1.050 Calon Jamaah mengikuti manasik Haji di Stadion Tridadi Sleman Rabu (12/7) sebagai persiapan pelaksanaan Haji tahun 2017. Calon jamaah haji yang tergabung dalam tiga kloter tersebut semuanya dengan semangat mengikuti petunjuk dan arahan petugas haji Kabupaten Sleman. Manasik Haji tersebut  dibuka langsung oleh wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, M.Kes.

Dalam sambutannya wakil bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa Bimbingan dalam manasik haji tersebut merupakan salah satu persiapan penting bagi calon haji. Karena dengan manasik, para calon jamaah haji dapat mengetahui sekaligus mempraktekkan tata cara ibadah haji, sehingga rukun dan syarat sahnya ibadah haji dapat dilakukan dengan baik dan benar.

Manasik melatih kita agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah disana serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan dilakukan selama berada di tanah suci. Bimbingan manasik haji ini merupakan kunci penyelenggaraan ibadah haji yang juga ikut menentukan kemabruran haji seseorang. Jika mabrur haji seseorang maka diharapkan juga membawa pengaruh positif bagi kualitas kesalehan sosial. Oleh karena itu kesempatan manasik haji ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menambah pengetahuan dan wawasan, tambah wakil bupati.

Rasulullah bersabda, “Apabila ingin bahagia di dunia, capailah dengan ilmu. Bila ingin bahagia di akhirat juga dengan ilmu. Apabila ingin bahagia di dunia dan akhirat gapailah dengan ilmu.” Predikat haji mabrur dengan balasan surga tidak akan bisa tercapai apabila dalam melaksanakan ibadah haji tidak menggunakan ilmu naik haji.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan adanya manasik haji, maka kita semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah. Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk mempelajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali lagi ke rumah. Calon jamaah haji juga menjadi tahu dan paham mana yang wajib, rukun, sunah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji. Calon jamaah haji juga harus mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya.

Sedangkan Kasubag Mental Spiritual Baagian Kesra Setda Kab. Sleman H. Ichsanudin melaporkan bahwa maksud dan tujuan manasik Haji tersebut  untuk memberikan bekal pengetahuan dan praktik pelaksanaan haji, dan memberikan gambaran  tata cara pelaksanaan ibadah haji secara laangsung kepada seluruh jamaah haji kabupaaten sleman, serta agaar saling mengenal diantara para calon jamaah haji dari kabupaten sleman.

Tempat manasik haji tersebut ada di sekitar lingkungan Pemkab Sleman, yaitu stadion Tridadi sebagai Mekah, lapangan Pemda Sleman sebagai Arofah, Halaman selatan lapangan Tenis sebagai Muzdalifah, halaman DPUP sebagai Mina dan jalan depan Puskesmas pembantu kecamatan Sleman sebagai tempat lempar Jumroh.

Jamaah haji daari kabupaten sleman tersebut terbagi daalam tiga kloter, yaitu Kloter  25 SOC, kloter 27 SOC dan kloter 30 SOC. Dan bertindak sebagai nara sumber dalam manasik haji tersebut Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten sleman.

Comment here