Berita

Kebutuhan Darah Indonesia Baru Terpenuhi 80 %

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebutuhan darah di Indonesia dengan target 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 5,1 juta kantong darah, baru terpenuhi 4,1 juta atau sekira 80 persen terpenuhi. Sementara di daerah Istimewa Yogyakarta dengan penduduk lebih dari 3 (tiga) juta jiwa kebutuhannya sekitar 70.000 kantong darah sudah terpenuhi sekitar 67.293 donasi darah atau telah terpenuhi sekitar 96 persen dari kebutuhan yang ada di DIY. Hal tersebut disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi dalam acara Pertemuan Regional III Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jawa Tengah dan DIY di Ballroom Hotel Grand Keisha, Sleman  pada  Kamis (12/10).

“Pada Triwulan I dan Tri Wulan II tahun 2017, tercatat di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sekitar 34.068 (Tiga Puluh Empat Ribu Enam Puluh Delapan) orang pendonor. Sementara kebutuhan darah di DIY sekitar 6.300 (Enam Ribu Tiga Ratus) per bulan,” kata Prabukusumo.

Sementara itu Ketua Bidang Pengurus  UTD  PMI Pusat dr. Linda Lukitari Waseso mengatakan bahwa tujuan pertemuan ini bersifat konsolidasi bagi PMI Jateng-DIY. “Konsolidasi ini diharapkan akan dapat meningkatkan mutu pelayanan darah di Unit Transfusi Darah secara bersama-bersama,” ungkapnya.

Menurutnya pemenuhan kebutuhan darah di DIY sudah cukup baik. Namun kualitas darah dari pendonor juga perlu diperhatikan. Tidak boleh ada perbedaan antara hasil darah yang dihasilkan oleh  PMI di 5 kabupaten kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan harus baik semua hasil darahnya .

Sementara itu Wakil Gubernur DIY dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Asekda Bidang Pemerintahan dan Kerja Sulistyo, SH, CN M.Si mengatakan pada hakekatnya usaha tranfusi darah merupakan bagian penting dari tugas pemerintah dibidang pelayanan kesehatan rakyat dan merupakan bentuk pertolongan sesama umat manusia.

“Kualitas darah yang baik, pelayanan yang baik, kecepatan dan ketepatan pelayanan dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan masyarakat yang harus dilakukan dengan harapan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaannya juga harus semakin baik,” kata Sulistyo.

Comment here