Berita

FAO Bersama Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Adakan Pameran Produk Organik

Food and Agriculture Organization (FAO) bekerjasama dengan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Asosiasi Petani Salak Sleman Sembada, dan Plaza Ambarrukmo  mengadakan pameran produk pertanian organik gunung Merapi, dengan judul Pameran Organik Merapi. Pameran Organik Merapi diselenggarakan sebagai puncak keseluruhan kegiatan FAO- Merapi Program yang telah dilaksanakan oleh FAO sejak tahun 2012. FAO – Merapi Program sendiri merupakan respon FAO memenuhi permintaan pemerintah Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam pemulihan penghidupan masyarakat kawasan gunung Merapi yang terdampak erupsi tahun 2010.
Pameran dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan DIY Ir. Sasongko, MSI. Jumat, 28 September 2014 pukul 13.30 wib., dan dihadiri juga oleh perwakilan FAO untuk Indonesia Antonio Caravaggi, Staf Keduataan Besar Zelandia Baru Philip Hewitt, Bupati Sleman, Manajemen Amplaz Surya Ananta, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman dan pejabat terkait lainnya. Pameran ini  dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari hari Jumat hingga Minggu, 26 s/d 28 September 2014 di Hall B Lantai II Gedung Plaza Ambarrukmo, Jl Laksda Adisucipto, Yogyakarta. Peserta pameran adalah komunitas-komunitas dari kawasan gunung Merapi dan mitra-mitra FAO. Disediakan 16 booth (stand) pameran yang  memamerkan aneka bahan pangan segar (mentah), bahan siap olahan, dan aneka pangan siap santap/saji, dan beberapa jenis kerajinan yang diproduksi oleh para petani di sekitar Merapi.
Produk-produk andalan yang akan dipamerkan antara lain adalah: salak segar; aneka pangan hasil olahan salak (caramel, kripik, dodol, dlsb), jambu Dalhari, aneka jenis jamur, aneka jenis kopi, aneka jenis beras, sayur-sayuran, aneka produk olahan, madu, kecap dari koro-koroan, minyak kelapa, rempah-rempahan, batik, tas dan lukisan dari kulit salak. Seluruh produk organik yang dipamerkan sudah memiliki penjaminan organik, baik oleh lembaga sertifikasi maupun oleh Dinas Pertanian ataupun oleh komunitas. Disamping pameran, kegiatan ini juga akan dimeriahkan: talkshow (3 thema), hiburan musik dan tarian tradisional, serta aneka fun-game.
Pameran mengudang buyers dari beberapa negara dan kota  besar di Indonesia, serta seluruh masyarakat Yogyakarta. Diperkirakan ada sekitar 10.000 pengunjung yang menghadiri seluruh rangkaian kegiatan pameran tersebut. Dengan mengundang secara khusus buyers tersebut, diharapkan terjadi kesepakatan-kesepakatan kerjasama pemasaran jangka panjang antara buyers dengan peserta pameran. Pameran beserta seluruh kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya mengkonsumsi produk pertanian organik dan disisi lain yang terpenting adalah memulihkan serta memperkuat kondisi penghidupan petani di sekitar Merapi yang mengalami kerugian besar akibat erupsi Merapi 2010.
Dalam acara ini FAO secara simbolik menyerahkan hsil program antara lain meliputi draft rencana kontjensi sektor peternakan, sertifikat organik dan fair trade untuk tanaman salak yang dikelola oleh Asosiasi Petani Salak Sleman Sembada dan peralatan pembuatan kripik salak kepada 8 kelompok wanita tani. Juga dilakukan penandatanganan kontrak ekspor salak ke Eropa antara Asosiasi Petani Salak Organik Sleman Sembada dengan PT Aliet Green dan penyerahan perguliran sapi dari kelompok ternak huntap Kowang kepada kelo,pok ternak huntap Randusari.

Comment here