Publikasi

e-KTP : Identitas Kependudukan Baru Syarat Teknologi dan Pengamanan

KTP Elektronik adalah KTP yang memiliki spesifikasi dan format KTP Nasional dengan sistem pengamanan khusus yang berlaku sebagai identitas resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota. KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) ini dilengkapi dengan sidik jari dan chip. Chip yang ditaman di KTP berisi biodata, tanda tangan, pas photo dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan.

Tujuan dari penerapan KTP berbasis NIK yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip (e-KTP) ini adalah memberikan keabsahan identitas dan kepastian hukum atas dokumen kependudukan, memberikan perlindungan status hak sipil setiap penduduk serta merupakan bentuk pengakuan negara bagi setiap penduduk.

Dilengkapi Chip dan Pengamanan

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan jika dibandingkan KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengelurkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak.

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional dan bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Tepis Kecurangan dengan e-KTP

Program e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan duplikasi KTP-nya.

Beberapa penyalahgunaan dengan menduplikasi KTP konvensional yang sering terjadi diantaranya digunakan untuk:

  1. Menghindari pajak

  2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota

  3. Mengamankan korupsi

  4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Dengan penerapan e-KTP penduduk tidak dapat lagi memiliki KTP ganda karena basis data sudah terpadu secara nasional.

Manfaat KTP Elektronik (e-KTP)

Pemberlakuan e-KTP diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi penduduk maupun bagi negara. E-KTP mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda dan KTP palsu, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi penduduk. KTP elektronik merupakan KTP Nasional sehingga belaku secara Nasional. Dengan demikian mempermudah penduduk untuk mendapatkan pelayanan dari Lembaga Pemerintah dan Swasta, karena tidak lagi memerlukan KTP setempat.

Dengan tidak adanya KTP ganda akan terwujud database kependudukan yang akurat, sehingga data pemilih dalam pemilu dan pemilukada yang selama ini sering bermasalah tidak akan terjadi lagi, dan semua Warga Negara Indonesia yang berhak memilih terjamin hak pilihnya. Selai itu e-KTP dapat mendukung peningkatan keamanan negara sebagai dampak positif dari tertutupnya peluang KTP ganda dan KTP palsu, dimana selama ini para pelau kriminal termasuk teroris, TKI Ilegal dan perdagangan orang umumnya menggunakan KTP ganda dan KTP palsu.

Tahapan e-KTP di Sleman

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dinas Dukcapil) Kabupaten Sleman H. Supardi, SH mengatakan pada tahun 2011 ini e-KTP mulai dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Pelaksanaan e-KTP di 17 Kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman dibagi dalam tiga tahap yaitu:

  1. Tahap pertama dimulai pada tanggal 21 s/d 23 September 2011 untuk memfasilitasi permohonan KTP Reguler.

  2. Tahap kedua dimulai pada tanggal 26 s/d 30 September 2011 untuk memfasilitasi pemohon e-KTP Reguler dan pemohon KK Reguler.

  3. Tahap ketiga dimulai pada tanggal 5 Oktober 2011 untuk memfasilitasi massal e-KTP

e-KTP Gratis

Supardi menjelaskan untuk dapat dilayani beberapa persyaratan permohonan e-KTP harus terpenuhi yaitu:

  1. Undangan/ Pemanggilan perekaman Pasfoto, Tandatangan, Sidik jari dan Iris untuk mendapatkan KTP elektronik.

  2. Kartu Keluarga asli.

Penentuan dan penggiliran warga yang diundang untuk perekaman untuk mendapatkan e-KTP secara teknis ditentukan oleh masing-masing Kecamatan.

Pembuatan e-KTP baru ini penduduk tidak dikenakan biaya karena sudah difasilitasi dari pemerintah Pusat. Untuk itu dihimbau bagi semua penduduk yang mendapatkan undangan bisa memanfaatkannya dengan datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ditambahkan Supardi, e-KTP memiliki masa berlaku sama dengan KTP konvensional/ lama yaitu 5 tahun. Setelah masa berlaku ini nantinya habis maka untuk membuat KTP baru penduduk akan dikenakan biaya Rp 30.000,-.

Warga Antusias

Pelaksanaan e-KTP mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari warga Sleman. Warga berbondong-bondong rela antri di kantor Kecamatan tempat perekaman data dilakukan. Kondisi ini salah satunya terlihat di kecamatan Cangkringan. Yanta, warga Argomulyo Cangkringan mengatakan dia bersama keluarganya menyambut baik adanya program e-KTP karena memiliki KTP adalah kebutuhan. Yanto cukup senang memenuhi undangan perekaman data karena pelayanan petugas e-KTP cukup bagus dan tidak dipungut biaya.

Hal senada juga diungkapkan Joko, warga Warak, Sumberadi, Mlati. Joko mengatakan ketika memenuhi undangan pelaksanaan e-KTP di Kecamatan Mlati pelayanan cukup lancar dan tidak ada kendala. Kondisi ini juga dirasakan Arifian warga Jetis Widodomartani Ngemplak yang memenuhi undangan e-KTP pada tanggal 10 November 2011 di kecamatan Ngemplak. Arifian menceritakan bahwa antrian tidak terlalu lama dan pelayanan bagus bahkan menurutnya lebih enak dibandingkan mengurus KTP konvensional.

e-KTP di Sleman Tak Selesai 2011

Supardi menjelaskan berdasarkan perhitungan Dinas Dukcapil yang dikaitkan dengan peralatan yang ada dan waktu efektif sejak 5 Oktober s/d 30 Desember 2011 tinggal 67 hari kerja dengan beban kerja perhari 9 jam dan dengan perhitungan perorang dilayani selama 5 menit maka setiap kecamatan pada pelaksanaan e-KTP massal setiap hari dapat menghadirkan sejumlah 216 orang. Dari perhitungan tersebut maka sampai akhir Desember jumlah wajib KTP yang dapat dilayani e-KTP per Kecamatan sejumlah 14.472 orang atau sekitar 250 ribu orang di seluruh Kabupaten Sleman. Melihat perhitungan pelayanan e-KTP tersebut, maka dapat dipastikan pelaksanaan e-KTP pada tahun 2011 di Sleman belum dapat menjangkau seluruh penduduk Sleman wajib KTP yang jumlahnya mencapai sekitar 900 ribu jiwa.

Supardi menjelaskan target selesai akhir tahun 2011 ini tidak tercapai karena molornya kedatangan peralatan dari pusat sehingga pemkab sudah kehilangan waktu sekitar tiga bulan. Penyebab lain tidak tercapainya target adalah tidak kunjung datangnya 41 peralatan yang dijanjikan oleh pemerintah pusat untuk dipinjamkan ke kecamatan yang jumlah penduduknya diatas 30 ribu jiwa. Untuk menindaklanjuti hal ini pemkab Sleman sudah mengirimkan surat ke Menteri Dalam Negeri untuk bisa melanjutkan fasilitasi e-KTP di kabupaten Sleman sampai dengan tahun 2012.

Supardi mengharapkan warga tidak perlu kawatir dan resah bila belum diundang dalam perekaman e-KTP pada tahun 2011 ini karena sudah ada sinyalemen positif dari kementerian bahwa e-KTP akan dilanjutkan pada tahun 2012 meski secara tertulis kepastian itu belum diterima oleh Pemkab Sleman.

Progres e-KTP di Sleman

No

Kecamatan

Sept 2011

Oktober 2011

7 Nov 2011

Total

1

Gamping

109

2095

807

3011

2

Godean

115

2305

736

3156

3

Moyudan

190

4128

1291

5609

4

Minggir

137

2201

824

3162

5

Seyegan

30

3156

665

3851

6

Mlati

111

4279

973

5363

7

Depok

185

2927

760

3872

8

Berbah

285

3288

967

4540

9

Prambanan

814

4442

749

6005

10

Kalasan

355

4255

1067

5677

11

Ngemplak

233

3854

918

5005

12

Ngaglik

341

6143

1407

7891

13

Sleman

264

4360

1435

6059

14

Tempel

270

3980

1557

5807

15

Turi

0

2009

1125

3134

16

Pakem

117

3669

1214

5000

17

Cangkringan

215

5244

1335

6794

3771

62335

17830

83936

Comment here