Berita

Dewan Pendidikan Kota Metro Timba Pengalam tentang Pendidikan Inklusif

Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman tanggal 18 September 2014 telah berlangsung penerimaan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Kota Metro, Lampung yang di pimpin oleh Drs.H. Nasrianto Efendi MAP. Sebagai ketua I Dewan Pendidikan Kota Metro beserta 8 anggotanya berkunjung di Kabupaten Sleman . Maksud dan tujuannya berkunjung di kabupaten Sleman kususnya Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman adalah untuk menimba pengalaman tentang bagaimana  pendidikan Inklusif di kabupaten Sleman dan tentang BOSDA, WAJAR 12 tahun serta Beasiswa yang ada di kabupaten Sleman, sehingga bisa sebagai pembanding antara Kota Metro dengan kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut rombongan diterima oleh Asisten I Bidang Pembangunan Dra.Hj. Suyamsih MPd. Dan sekaligus memberikan sambutannya yang antara lain mengatakan bahwa dalam memberikan fasilitas pendidikan terhadap anak berkebutuhan khusus, Kabupaten Sleman mengacu pada Permen Nomor 70 Tahun 2009, tentang PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI PESERTA DIDIK YANG MEMILIKI KELAINAN DAN MEMILIKI POTENSI KESERDASAN DAN/ATAU BAKAT ISTIMEWA. Pada dasarnya dalam permen tersebut mengamanahkan bahwa seluruh anak usia sekolah mempunyai hak yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak.
Sleman telah melakukan penerapan kurikulum yang menyesuaikan dengan potensi peserta didik. Sekolah membuat dua criteria ketuntasan minimal yaitu untuk anak regular dan bagi anak berkebutuhan khusus menyesuaikan dengan kondisi serta potensi anak berkebutuhan khusus tersebut. Secara fluktuatif menyesuaikan dengan dinamika usia didik anak berkebutuhan khusus yang bersekolah, jumlah sekolah inklusif di Kabupaten  Sleman terdapat 40 sekolah yang terbagi dalam tingkatan sekolah dasar, SMP maupun SMA.
Standar minimal yang diterapkan di Sleman adalah sekolan inklusif minimal satu sekolah tingkat SD dan SMP tiap Kecamatan, dan untuk SMA/SMK minimal satu  sekolah untuk Kabupaten. Lebih lanjud Dra.Hj. Suyamsih MPD menambahkan bahwa Sekolah tidak boleh menahan Ijazah seseorang anak didik dengan alasan apapun dan apa bila sampai menahan ijazah tersebut sekolah tetap tidak dibenarkan.

Comment here