BeritaHeadline

BAGIAN PEREKONOMIAN LAKUKAN PEMANTAUAN LPG JELANG IDUL ADHA 1440 H

Sleman – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2019/1440 H, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman lakukan pemantauan pasokan gas 3 kg (elpiji) bersubsidi.

Pemantauan elpiji bersubsidi ini dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 6 – 7 Agustus 2019 dengan yang meliputi wilayah Sleman Tengah, Sleman Barat dan Sleman Utara dengan sasaran agen-agen gas elpiji, pangkalan serta pengecer gas elpiji.

Kasubbag Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Sleman, Tien Pamungkasih mengatakan bahwa pemantauan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam menjaga ketersedaan khususnya gas elpiji subsidi 3 kg di Sleman.

“Dua hari ini kami bersama dengan disperindag dalam rangka menjelang hari raya idul adha melakukan pemantauan elpiji khususnya yang 3 kg dengan tujuan menjaga ketersediaan di lapangan karena biasanya menjelang hari raya besar nasional atau keagamaan, penggunaan elpiji meningkat,” jelasnya saat melakukan pemantauan di salah satu pangkalan elpiji, Rabu (7/8).

Dalam pemantauan yang dilakukan selama dua hari tersebut, tim pemantauan gas elpiji mendatangi sejumlah tempat secara acak dari mulai agen, pangkalan bahkan pengecer. Dari sejumlah tempat yang didatangi, pasokan gas elpiji 3 kg masih relatif aman.

“Ketersediaannya itu ada, sehinga masyarakat yang berhak memakai gas elpiji 3 kg untuk keseharian tidak perlu cemas walaupun mungkin ada isu kelangkaan, namun demikian kalaupun terjadi kelangkaan, akan ada penambahan dari pertamina yaitu fakultatif 5% sampai 7%. Namun secara umum kita rasa ketersediaan masih aman dan tercukupi,” tuturnya.

Ketersediaan elpiji 3 kg ini dinilai bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang berhak selama penjualannya dan pemasaran gas elpiji bersubsidi tepat sasaran. Penggunaan gas elpiji bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak bisa menjadi salah satu faktor berkurangnya ketersediaan bagi masyarakat yang berhak.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Sleman terus menerus melakukan upaya dalam menjaga ketersediaan serta penyaluran yang tepat sasaran diantaranya beberapa waktu lalu telah dilakukan sidak terhadap sejumlah restoran yang masih menggunakan gas elpiji bersubsidi sekaligus mengganti dengan gas elpiji 5,5kg (brightgas) non-subsidi.

Selain itu juga Pemerintah Kabupaten telah mendeklarasikan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menggunakan gas elpiji 5,5kg non-subsidi sehingga hal tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar penggunaan dan pemasaran gas elpiji 3kg tepat sasaran.

Comment here